Muslim kafir?

Kapan Seorang Dibilang Kafir?

1.orang Islam di bilang kafir jika mereka melakukan kesalahan apa?

2.apa orang yang tidak masuk negara Islam itu termasuk orang kafir?

3.jika kita meminta dana dengan berbohong kepada orang tua tapi tujuan nya untuk pembangunan Islam apa dibenarkan?

4.bagaimana cara tau ajaran Islam yang benar tulus untuk ALLAH?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Wewenang Untuk Menjatuhkan Vonis Kafir

Mengkafirkan seseorang adalah hak preogratif pemerintahan Islam yang sah dan terbuka serta diakui masyarakat international. Dan bukan hak individu seperti imam suatu kelompok, atau pimpinan sebuah ormas, atau ustadz dan sejenisnya, apalagi ‘kelompok rahasia’ tertentu.

Sebab kekafiran seseorang harus dilandasi dengan keputusan sah dari negara, setelah sebelumnya dilakukan pengadilan dalam mahkamah syar’iyah. Dan mahkamah syar’iyah itu hanya digelar oleh negara, bukan perseorangan atau lembaga swasta.

Di dalam sidang itu, akan didatangkan jaksa penuntut umum yang membeberkan bukti-bukti yang mendukung kekafiran sang terdakwa. Tentu saja sang terdakwa berhak untuk membela diri dengan menampikan bukti dan argumen yang menguatkan pendiriannya.

Tidak lupa perlu dihadirkan saksi-saksi ahli yang mengerti benar tentang kriteria hukum aqidah dan syariah. Saksi-saksi ini nantinya akan dimintai pandangan dan penilaiannya secara profesional sesuai manhaj ahli sunnah wal jamaah.

Pada akhirnya, kalau tuduhan kafir itu memang benar, kepada si terdakwa diperintahkan untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Bila masa tenggang untuk mengubah diri telah diberikan dan ternyata dilewatkan begitu saja, majelis mahmakah syar’iyah berhak untuk mengeluarkan vonis kafir atas nama negara secara sah dan resmi, serta berkekuatan hukum.

Maka jangan sekali-kali kita mengambil wilayah kerja negara, dan haram bagi kita main tuduh orang sebagai orang kafir. Sebab mengkafirkan seorang muslim itu butuh bukti dan saksi yang berkekuatan hukum.

2. Orang yang Tidak Masuk ke Negara Islam Tidak Kafir

Buktinya, tidak semua shahabat Nabi SAW tinggal di Madinah. Banyak dari mereka yang tinggal di Makkah, Thaif dan negeri lain yang belum ditaklukkan oleh umat Islam. Salah besar kalau dikatakan bahwa syarat keIslaman itu harus masuk ke dalam negara Islam.

Lagian, mana sih di zaman sekarang ini yang bisa dibilang sebagai negara Islam, di mana syariah Islam dijalankan 100%, tapi jugadiakui keberadaannya oleh dunia, dan bukan sekedar negara Islam ‘jadi-jadian’ yang hanya ada dalam klaim saja?

Memang beberapaoknum ada yang membangun ‘negara Islam’dalam angan-anganya, lalu mencari pengikut dari kalangan awam yang tidak mengerti apa-apa. Para pengikut yang tidak mengerti apa-apa itu dijejali dengan berbagai doktrin sesat, sampai dibaiat segala. Kemudian diwajbkan bayar pajak kepada si penyebar ajaran sesat itu, kalau perlu berdusta, mencuri, merampok dan segala jalan yang haram.

Alasannya, toh semua orang itu kafir. Dan karena kafir, maka boleh dirampok duitnya. Termasuk orang tua kita pun dibilang kafir. Dan karena kafir maka boleh dibohongi dan ‘ditilep’ duitnya.

Tetapi ternyata negara yang dimaksud itu hanya ada dalam imajinasi saja. Atau bahasa mudahnya, cuma ‘dibohongin doang’. Uang yang disetorkan itu bukan masuk ke negara, tapi masuk ke kantong pribadi. Jangan sekali-kali ada pengikut yang berani-berani menanyakan, apalagi mengaudit, bisa-bisa dibilang kafir dan murtad. Bahkan diancam tidak akan selamat darahnya.

Orang awam yang mengalami kejadian seperti ini sungguh sangat banyak. Biasanya, mereka yang sangat awam dari agama, tetapi karena tiap hari didoktrin habis dengan cara berpikir sesat macam itu, maka terpaksa harus ikut. Cuma nampak sekali kelihatan bingung, sebab ada yang aneh dalam doktrin itu yang tidak seperti biasanya dikenal.

3. Haram Berdusta Kepada Orang Tua

Kalau anda sedang dalam proses direkrut oleh kelompok tertentu, lalu salah satu doktrinnya membolehkan bohong kepada orang tua, maka ketahuilah bahwa kelompok itu adalah kelompok sesat.

Mungkin mereka pandai membacakan ayat Quran, fasih mengutip dalil ini dan itu. Tapi ketahuilah bahwa semua itu hanya kamuflase. Pada dasarnya kelompok itu adalah perampok dan penipu, yang berkedok ‘negara Islam’.

Jumlah modus seperti ini sebenarnya sangat banyak. Seringkalikami menerima laporan korban-korban yang dikibuli dan dilucuti hartanya. Maka kami berikan warning untuk berhati-hati terhadap kelompok yang mengaku-ngaku mengajak untuk mendirikan negara Islam, dengan nama apapun.

4. Cara Mengetahui Kebenaran Suatu Ajaran

Mudah sekali, sebab ajaran Islam yang benar itu punya ciri sederhana, yaitu tidak disebarkan dengan cara sembunyi-sembunyi.

Sebab agama Islam ini sudah jelas dan tegas, tidak ada yang perlu lagi untuk disembunyikan. Kita sudah melewati fase dakwah sirriyah sejak 14 abad yang lalu. Dan kita tidak perlu lagi melakukan seat-back ke belakang. Cukup Rasulullah SAW dan sebagian shahabat saja yang selama 13 tahun berdakwah secara diam-diam. Setelah itu, Islam bukan lagi agama rahasia.Tidak ada satu pun yang perlu dirahasiakan dari aqidah dan syariah Islam di hari ini.

Maka dengan dakwah secara terbuka, apabila ada kekurangan di sana-sini, mudah untuk dikritisi. Dan tentunya, terbuka untuk dikritisi adalah ciri kedua dari kelurusan suatu ajaran. Setidaknya, ajaran itu membuka diri untuk mendapatkan masukan dari pihak luar. Tidak semata-mata mendoktrinkan kemauan dan seleranya sendiri, apalagi sampai dirahasiakan segala.

Dan lurus atau tidaknya ajaran itu, nanti akan dinilai oleh umat Islam secara keseluruhan, terutama oleh para ulama yang ahli di bidangnya secara profesional. Ibarat sekolah swasta, tiap waktu ada akreditasi yang secara terbuka dijalankan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

oleh: Waridin

alumni 2001

Ingat Mati

Dzikrul Maut

Berbicara tentang kematian seakan berbicara tentang sesuatu yang
begitu menakutkan. Padahal kematian bukanlah persoalan yang luar
biasa. Mengapa? Karena hakikatnya setiap manusia akan mengalaminya.
Yang menjadi persoalan sesungguhnya adalah di hari Kiamat nanti
amal-amal kita akan disempurnakan balasannya oleh Allah Swt. Hanya ada
dua kemungkinan berdasarkan pemeriksaan amal-amal tersebut, orang yang
dimasukkan ke dalam Surga, dan ada orang yang dimasukkan ke dalam
Neraka. Tidak ada tempat yang ketiga di sana.

Karena itu Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan
mati dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka
sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu.” (Qs. Ali Imran: 185).

Maka tidak heran banyak di antara kita yang tertipu dengan kehidupan
dunia ini sehingga lupa dengan akhiratnya. Dalam hidupnya ia sibuk
mencari penghidupan dan kesenangan dunia dengan melupakan bekal
akhiratnya. Sehingga ia juga lupa tidak mempersiapkan diri dengan
bekal amal-amal kebaikan di dunianya.

Ada sebuah kisah yang masyhur tentang Kaisar Prancis, Napoleon.
Alkisah, pada sebuah peperangan pasukan Prancis kalah oleh pasukan
Rusia di musim dingin karena kehabisan bekal. Napoleon pun terpisah
dari pasukannya dengan tubuh yang lelah, perasaan yang takut dan
kedinginan yang menggigil. Dia kemudian lari memasuki sebuah kota
kecil lalu dia ketuk pintu sebuah rumah. Terbukalah pintu itu dan
muncul seorang laki-laki tua pengrajin bulu. Lalu Napoleon meminta pak
tua ini untuk menyembunyikannya. Dia sampaikan bahwa dirinya sedang
dikejar-kejar tentara Rusia untuk dibunuh. Kemudian, pak tua ini pun
dengan iba hati membawa Napoleon masuk dan menyuruhnya bersembunyi di
dalam tumpukan bulu-bulu.

Tidak lama berselang, datanglah tentara Rusia memasuki rumah pak tua.
Mereka berkata, “Kami melihat ada orang asing masuk rumah ini.
Dimanakah dia?”

Dengan gemetar pak tua menjawab, “Tidak ada orang lain di rumah ini
tuan. Sungguh tidak ada. Kalau tuan tidak percaya silakan periksa.”
Jelas pak tua berusaha untuk menyembunyikan Napoleon.

Kemudian pasukan ini memeriksa semua tempat yang mencurigakan. Salah
seorang pasukan lalu mulai menusuk-nusukkan pedang ke setiap tumpukan
bulu-bulu. Termasuk tumpukan tempat Napoleon bersembunyi. Melihat apa
yang dilakukan pasukan Rusia, pak tua mulai gemetar, takut Napoleon
ketahuan. Namun, mereka tidak menemukan Napoleon. Karena tidak
menemukan orang yang dicari, pasukan Rusia pun kemudian keluar.

Setelah pasukan Rusia keluar pak tua kemudian tergopoh-gopoh mendekati
tempat persembunyian Napoleon. Dia yakin kalau orang ini sudah mati.
Tiba-tiba Napoleon merangkak keluar dari tumpukan bulu-bulu. Lalu pak
tua dengan rasa senang bertanya, “Tuan, apa yang tuan rasakan tadi
ketika pasukan Rusia menusuk tempat persemubunyian tuan dengan
pedangnya. Bukankah salah satu tusukan bisa menamatkan hidup tuan?”
Bersamaan dengan selesainya pertanyaan pak Tua, tiba-tiba pengawal
Napoleon masuk.

Dengan gagah Napoleon kemudian berdiri sambil berkata, “Kurang ajar
orang tua ini, dia tidak tahu siapa aku. Aku Napoleon, kaisar Prancis.
Pertanyaan ini sangat lancang. Orang tua seperti ini hanya hukuman
mati yang pantas untuknya! Aku sendiri yang akan memimpin eksekusi!”
Mungkin Napoleon tersinggung ditanya seperti itu oleh pak tua.

Pak tua kaget setengah mati. Jantungnya seakan berhenti berdenyut.
Keningnya mengkerut. Ini orang tidak tahu diri, sudah menolong
sekarang malah mau dihukum mati. Pikirnya dalam hati.

Maka diseretlah bapak tua ini ke depan rumahnya lalu disuruh berdiri
di depan regu tembak pasukan Prancis. Matanya kemudian ditutup dengan
kain hitam. Suasana senyap sunyi.

Mulailah Napoleon menghitung, “Satu…!” Gemetarlah tubuh pak tua.
Kakinya melemas seolah ada beban yang begitu maha berat dari atas
langit berada di atas kepalanya. Beban yang tubuhnya tak sanggup lagi
memikulnya.

Kemudian, “Dua…!” Di balik kain hitamnya pak tua mulai meneteskan
air mata. Dia mulai ingat kesalahan-kesalahan masa lalunya. Mulailah
terbayang wajah anak dan istrinya yang sangat dia sayangi pernah dia
sakiti. Mulailah dia teringat dosa-dosanya; pernah berbuat dzalim,
berdusta, dan kesalahan-kesalahan lainnya. Pak tua menyesal. Dia ingin
mengulangi kehidupannya dan memperbaiki amal-amalnya. Kepalanya kian
menunduk. Hilanglah segala harapan, pupuslah setiap kesempatan. Inilah
akhir hidupku, lirihnya dalam hati. Mati di depan regu tembak pasukan
Prancis.

Tiba-tiba Napoleon berteriak, “Tiga…!!!” Blup! Gelap!

Tiba-tiba tutup mata pak tua terbuka. Nampak Napoleon berdiri di
hadapannya sambil berujar, “Pak Tua, sekarang anda tahu apa yang saya
rasakan tadi.”

Kisah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang ketika pada
detik-detik menjelang ajal akan keluarlah air matanya, menyesal atas
kehidupannya yang tidak baik. Pada saat itu juga ia akan menjadi orang
yang insyaf. Namun, detik-detik menjelang ajal tersebut ternyata tidak
banyak manfaatnya. Mengapa? Karena tidak ada yang bisa kita ubah
sedikitpun dari hidup ketika ajal kita tinggal satu detik. Penyesalan
kita, kesedihan kita, harapan kita, tidak akan menjadikan kita kembali
hidup untuk memperbaiki diri. saat itu, pintu taubat tertutup. Saat
itu juga setiap amal tak lagi ada. Yang ada di hadapan adalah masa
penghitungan amal-amal kita. Lalu dari penghitungan amal kita ini
nasib kita selanjutnya ditentukan. Apakah kita akan menjadi penghuni
Syurga, atau justru sebaliknya, menjadi penghuni Neraka. Dua keadaan
ini ditentukan oleh amal-amal kita selama hidup.

Untuk itu, persiapkanlah bekal akhirat sekarang juga. Saat ini juga.
Detik ini juga. Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita.
Sedang apa kita saat ajal tiba, kita juga tidak tahu. Maha benar
firman Allah Swt ketika menyampaikan bahwa, beruntunglah orang-orang
yang dimasukkan ke dalam Syurga. Semoga di sisa usia kita ini, kita
menjadi orang yang senantiasa beramal sholeh; niatnya ikhlas karena
Allah Swt, dan caranya benar sesuai tuntunan Syariat Islam. Amin.

oleh: Cicin Yulianti

Alumni 2002

Rahasia Buang Gasss

Penelitian Ilmiah Menyingkap Rahasia Kentut
By admin on Feb 26, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM

Kolom Abdul Halim – Tinggal di Jerman

Buang angin, kentut, atau yang dalam istilah ilmiahnya disebut flatulence,
flatulency, flatus, adalah ciptaan Allah, yang sudah pasti bukanlah
peristiwa biasa. Anda dapat membuktikannya dengan mencari tulisan ilmiah
seputar kentut di mesin pencari pustaka ilmiah di internet, misalnya di
scholar.google.com dengan mengetikkan kata kunci flatulence intestine. Yang
akan Anda dapatkan adalah tidak kurang dari 4800 rujukan ilmiah yang
membahas atau mengandung rujukan tentang kentut dari tahun 2000 hingga
sekarang!
Tidak sampai di situ saja. Rujukan ilmiah tersebut diterbitkan oleh beragam
jurnal ilmiah dari berbagai disiplin, dari ilmu gizi, kedokteran, hingga
kesehatan dan pengobatan. Sudah pasti ini bermakna pula peneliti dan para
ilmuwan yang berkecimpung di bidang penelitian kentut juga berasal dari
beragam disiplin ilmu.

Fisika di balik kentut

Keluarnya angin dari anus itu sendiri juga merupakan peristiwa yang
memperlihatkan kebesaran Sang Pencipta. Di dalam saluran pencernaan makanan,
terutama di dalam usus, terdapat berbagai zat berwujud padat, cair, gas,
serta dengan tingkat kepadatan dan keenceran beragam. Hebatnya, angin kentut
yang berbentuk gas bisa mengalir ke arah bawah, dan menerobos cairan dan
padatan di dalam usus, untuk kemudian keluar meninggalkan dubur.

Ini bukan peristiwa yang tidak aneh. Mengapa? Anda bisa mencoba mencampur
zat padat, zat cair dan gas di dalam tabung atau gelas yang memiliki katup
pengeluaran di bagian dasarnya. Lalu Anda berikan tekanan pada campuran
tersebut, bisakah Anda memastikan bahwa gas tersebut bergerak ke arah bawah
dan bahwa yang keluar dari katup pengeluaran tersebut hanya gas saja?

Biasanya gas atau gelembung udara bergerak menuju ke atas karena lebih
ringan, dan sulit mengeluarkan gas tanpa mencegah keluarnya cairan atau
padatannya melalui katup tersebut. Tapi peristiwa kentut terjadi melalui
cara di luar kebiasaan itu berkat sempurnanya ciptaan Allah pada otot cincin
yang membuka dan menutup lubang anus itu.

Otot lingkar pada dubur ini mampu merasakan keberadaan gas kentut dan
mengatur pengeluarannya sedemikian rupa sehingga hanya gas saja, dan bukan
padatan dan cairan, yang keluar dari anus. Bayangkan seandainya otot ini
tidak mampu memilah dan mencegah keluarnya cairan dan padatan dari usus
besar kita di saat kita buang angin di tempat terbuka.

Sangat diragukan jika ada alat buatan manusia yang mampu melakukan kerja
seperti lubang anus yang luar biasa itu. Otot-otot dan jaringan terkait di
seputar anus adalah organ ciptaan Allah yang Mahahebat, yang mampu melakukan
kerja pelepasan gas kentut sekitar 10 kali per hari dengan sempurna, selama
puluhan tahun usia manusia.

Kimia gas kentut

Di dalam usus besar, sekitar 70% gas berasal dari udara yang tertelan
melalui mulut kita. Ketika makan, orang pada saat yang sama menelan ke dalam
perutnya sekitar 2-3 cc udara. Misalnya, jika kita makan apel, udara
tambahan yang ikut tertelan ke dalam tubuh kita adalah sekitar 20 cc. Begitu
pula dengan minum. Kurang lebih 17 cc udara memasuki saluran pencernaan
makanan saat seseorang meminum 10 cc air.

Gas selebihnya yang terdapat pada usus adalah gas asli buatan “dalam
negeri”, alias muncul dari dalam usus itu sendiri dan bukan dari luar tubuh.
Gas ini dihasilkan melalui aktifitas penguraian oleh mikroba di dalam
saluran pencernaan kita.

Bagaimana gas-gas itu terbentuk? Tidak semua makanan yang kita telan dicerna
sempurna dan diserap keseluruhannya di dalam usus halus. Sebagian makanan
berserat atau zat tepung yang tak tercerna sempurna ini, misalnya
kacang-kacangan, kemudian dirombak atau diuraikan oleh mikroba yang menghuni
saluran pencernaan kita. Penguraian ini di antaranya menghasilkan zat-zat
berwujud gas seperti metana dan hidrogen sulfida, serta gas-gas yang
mengandung unsur belerang lainnya.

Gas kentut adalah campuran beragam gas. Kentut sebagian besarnya terdiri
atas gas oksigen, nitrogen, karbon dioksida dan metana yang kesemuanya ini
bukan penyebab bau tidak sedap. Yang memunculkan aroma tidak sedap pada
kentut adalah gas-gas yang mengandung belerang. Di antaranya adalah hidrogen
sulfida (bau telur busuk), methanethiol (bau sayur membusuk). Namun ada pula
dimetil sulfida yang memiliki bau manis.

Kreatif karena kentut

Ternyata kentut memiliki nilai komersial. Sebut saja Josef Pujol, warga
Prancis kelahiran Marseilles tahun 1857. Ia memiliki kelebihan mampu dengan
sengaja mengendalikan otot-otot perutnya. Dengannya, ia dapat dengan mudah
menyedot 2 liter udara ke dalam usus besarnya melalui anus, dan meniupkan
kembali ke luar anus. Dengan kata lain, ia mampu membuat “kentut buatan”.

Berbekal bakat ini, ia memasuki dunia pentas hiburan. Sebelum pentas, ia
“mencuci usus besarnya” agar tidak menimbulkan bau tak sedap. Suara buang
anginnya hanya memiliki 4 tangga nada: do, mi, sol dan do lagi.

Pentas profesionalnya berawal di tahun1887. Karirnya mulai menanjak ketika
ia naik panggung di gedung musik Moulin Rouge di Paris pada tahun1892. Dalam
pentasnya, terkadang ia memasang selang pada anusnya yang kemudian
disambungkan ke berbagai alat musik tiup untuk bermain musik.

Selain sangat terkenal, ia juga mendapatkan penghasilan 20.000 frank per
minggu, dua setengah kali lebih banyak dibandingkan artis kondang kala itu,
Sarah Bernhardt. Ketenarannya ini bahkan sempat mendorong Raja Belgia datang
diam-diam untuk melihat Josef Pujol.

Penyaring kentut

Kini telah tersedia produk di pasaran yang berfungsi menghilangkan bau
kentut yang tidak sedap. FLAT-D adalah salah satu nama produk berbentuk kain
persegi panjang, yang mudah dilipat dan dibawa. Kain ini digunakan dengan
cara menghamparkan di atas kursi kerja, atau kursi kantor. Selain dapat
dicuci dan digunakan ulang, kain ini mengandung karbon teraktifasi.

Ketika seseorang buang angin dalam keadaan duduk di atas kursi kerja yang
tertutup kain FLAT-D, kain ajaib ini menyerap aroma tidak sedap kentut
tersebut. Penyaring kentut ini diproduksi pula dalam bentuk pembalut yang
dapat direkatkan pada celana dalam, sehingga lebih praktis.

Selain FLAT-D, ada pula produk serupa bernama Under-Ease yang dikeluarkan
oleh perusahaan Under-Tec Corp. Pakaian dalam yang sudah mendapatkan hak
paten ini adalah hasil kerja keras penelitian pasangan suami istri Buck and
Arlene Weimer. Produk mereka sempat menjadi buah bibir di media massa AS di
awal tahun 2000-an.
Demikianlah, tulisan singkat ini tidak mungkin dapat menampung seluruh
hasil-hasil temuan ilmiah dan inovasi teknologi seputar kentut, gas yang
seringkali dicemooh orang. Namun, sebagai salah satu ciptaan Allah, ternyata
kentut membuktikan bahwa tiada sesuatu yang Allah ciptakan, melainkan
menjadi bukti keagungan dan keluasan ilmu Allah, Pencipta tanpa tara. Dialah
yang menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang benar, sebagaimana
firman-Nya, yang artinya:

(yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penCIPTAAN langit dan
bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
SIA-SIA Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali
‘Imran, 3:191)

(Penulis: Abdul Halim – Februari 2008)

Pustaka:

1. Dr. Karl. Be Gone with the Wind.
http://www.abc.net.au/spark/smelly/begon.

2. S. Kurbel, B. Kurbel, A. V?ev. 2006. Intestinal gases and flatulence:
Possible causes of occurrence. Medical Hypotheses, Volume 67, Issue 2, Pages
235-239

3. F. Azpiroz, J. Malagelada. 2005. Abdominal Bloating. Gastroenterology,
Volume 129, Issue 3, Pages 1060-1078

4. Flat-D innovations, Inc. http://www.flat-d.com/

5. Under Ease. http://www.under-tec.com/store.php

diposting oleh: Waridin

alumni 2001

jadi muslim, aneh???

Dah lama nih ga dongeng… nyo kite dongeng…
Dunia memang aneeehhhh’ guman pak ustadz
“Apanya yg aneh pak?” tanya penulis yang fakir…
“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi
terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang
wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan
kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian
yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu
antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak
Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian
dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang
sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya ibu
muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain
rasanya;

“Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang
semestinya seperti itu ditumbenin?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah
jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?

Orang yang pergi kemasjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru
tengah asik nonton sinetron.

Orang kemasjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang
sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara
panggilan adzan.

Orang kemasjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan
mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
“Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak
Ustadz.

“Keanehan-keanehan” disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti
akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan
ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”,
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh
ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya
tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang
ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru
menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang
selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa
aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat
al qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut
menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at
dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih,
karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor,
wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya,
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya
terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di
waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu
Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*).
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman. (An Nisaa:103)*

Jangan takut untuk shalat jum’at dishaf terdepan, karena perintahnya pun
bersegeralah. ….

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at,
Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al
Jumu’ah:9)

[1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di
hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin
itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat Al Qur’an,
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati,
saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah
sebaik-baik perkataan;

*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru
kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku
termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel
lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal
kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gambar-maaf- porno, gue/elu saja, atau test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang
disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran
dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang
terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan
ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara
akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak
akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelematkan kita (di yaumul akhir, yaumul hisab dan akhirat kelak)…

Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…

Wassalam
oleh: Waridin

alumni 2001

Cewek di Mata Cowok

Cewek Di Mata Cowok
Posted in Sobat Muda Tahun 1 by Ahmad Jibraan on the May 20th, 2007

Bener nih cowok lebih ngutamain fisik kala menilai cewek? Sejauh mana? Apa bener kepribadian jadi nggak penting?
Entah ini kenyataan yang bikin gembira atau sedih buat kaum Hawa, bahwa penampilan cewek ternyata memikat perhatian kaum cowok at first sight. Seenggaknya ini pengakuan Aji, Buat cowok, pertama kali yang dinilai dari seorang cewek ya penampilannya. Menurut cowok putih yang miara jenggot wajah atawa kecantikan emang jadi yang paling dominan jadi perhatian. Selain Aji, komentar yang sama juga datang dari Nano. Bujangan yang wiraswastawan ini seperti mengamini pendapat Aji. Ia paling suka ngeliat cewek yang kulitnya putih dan rambutnya panjang lurus. Duile, abis di-rebonding?
Boyz, ini nggak cuma pendapat segelintir cowok, tapi umumnya demikian. Mata cowok bakal jelalatan begitu ngeliat mahluk feminin yang “macan”, manis-cantik. Kepala mereka bisa ampe miring-miring demi pemandangan indah tersebut. Ini juga artinya mereka “lewat pandangan pertama” bakal “mengeliminasi” para cewek yang penampilannya “biasa-biasa” aja, apalagi yang di bawah standar (jangan sewot, galz). Gawatnya lagi, nggak sedikit kaum cowok yang sampe blinded, jadi “buta” dalam urusan nyari cewek semata ngeliat fisik belaka.
Eksploitasi Kecantikan
Boyz, tahukah kamu, tabiat dasar cowok yang seneng ama cewek cakep ternyata dimanfaatin betul oleh sebagian orang yang kagak bertanggung jawab. Coba aja perhatiin, hampir semua kantor mensyaratkan karyawatinya kudu berpenampilan “menarik”. Nah, menarik ini kan kagak jelas. Tapi pastinya untuk jadi front office (FO), SPG (Stand Promotion Girl), pramuniaga, sampai sekretaris selalu yang jadi prioritas adalah kecantikan dan bentuk tubuh. Belum ada kan nenek-nenek jadi FO atau SPG. Dagang rokok ampe mobil aja pasti ditongkrongin cewek yang cakep. Tujuannya jelas, menjadi daya tarik konsumen, terutama bagi yang cowok.
Repotnya lagi, ada sebagian cewek yang juga senang jadi pusat perhatian. Mereka nggak segan-segan tampil atraktif. Bisa dengan polesan kosmetik, parfum, atau pakaian yang seronok. Mereka ngeh banget kalau sisi penampilan adalah yang pertama kali diliat oleh kaum Adam. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Yang cowok matanya jelalatan, yang cewek suka cari perhatian.
Nah, ini yang kemudian dieksploitasi abis-abisan oleh para kapitalis. Mereka sadar betul kalau kecantikan itu komoditi yang laris manis dijual. Adanya kontes kecantikan atau ajang pemilihan model kan ide orisinilnya adalah menjual kecantikan. Hanya supaya nggak dibilang kebangetan diimbuhi label beauty & brain. Padahal sih, dagangan pokoknya tetap kecantikan.
Dengan merebaknya gaya hidup hedonis, yang ngutamain kesenangan fisik, penampilan jelas makin penting. Buat mereka, ukuran terpuji dan tercela-nya adalah apa yang dirasa nyaman oleh indera dan pikiran semata. Hedonisme ini sudah jadi hukum opini buat banyak orang. Saking kuatnya pengaruh hedonis ini, menilai lawan jenis pun selalu berdasarkan penampilan. Please, deh!
Jaga Pandangan. Wah, mubazir kalau kagak diliat, celetuk Adin yang masih kuliah di satu PTS di Bogor. Kayaknya gitu tuh omongan para boyz saat ngeliat “barang” bagus. Kalaupun nggak sampai jelalatan minimal matanya ngintip lewat kerlingan mata. Apalagi kalau ceweknya juga ˜ngejual”. Wajah yang cantik, bodi yang semlohai bin eplok cendol, tampil atraktif memikat perhatian cowok.
Boyz, suka dengan cewek yang cute apalagi fisiknya cool, itu memang sah-sah aja. Cowok mana seh yang nggak suka. Semua suka, boyz! Tapi kagak bisa dong kita berbuat cuma berdasarkan suka atau nggak suka. Kalau itu yang terjadi ancur deh pergaulan pria dengan wanita. Ngebiarin mata jelalatan juga bukan perbuatan yang positif. Selain ngerusak pikiran, pastinya dosa. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah pada orang-orang beriman, ‘tundukkanlah sebagian pandangan mereka dan jagalah kemaluan mereka, itu lebih suci dari mereka”(An Nuur:30)
Pandangan juga bikin pikiran jadi nggak karuan. Bukankah setelah ngeliat cewek cakep pikiran jadi ngebayangin yang nggak-nggak. Padahal belum tentu itu cewek mau sama kita. Artinya kita udah buang-buang pikiran untuk hal yang nggak berguna. Kita mikirin dia, padahal dianya belum tentu mikirin kita. Rugi banget, bro! Nggak salah kalau Rasulullah menyebut pandangan macam itu sebagai zina mata.
Anak Adam tidak bisa melepaskan diri dari zina. Zinanya mata adalah dengan memandang.
Allright boyz, selametin deh pandangan dan pikiranmu dari hal-hal yang negatif. Caranya? Ikuti tips-tips di bawah ini.
Nggak memandang aurat wanita. Inget boyz, seluruh tubuh wanita adalah haram kecuali muka dan telapak tangannya. So, palingkan pandangan dari selain keduanya. Terserah, mau merem (asal jangan merem-melek), mau berpaling, mau nunduk, whatever yang penting nggak ngeliat.
Memandang muka dan telapak tangan nggak dengan syahwat. Meski oke-oke aja memandang keduanya, tapi nggak boleh dengan syahwat. Kalau dengan syahwat jelas haram. Apa sih batasan syahwat? Menurut sebagian ulama syahwat itu ditandai dengan adanya nafsu atau kecenderungan seksual seperti ereksi, baik sedikit ataupun banyak. Gampangnya, kalau ngeliat monyet kita nggak nafsu kan?
Memandang wanita pada auratnya hanya boleh dalam lamaran. Rasulullah saw. mengizinkan pria untuk melihat wanita seutuhnya yakni saat akan melamar. Mereka boleh melihat selain muka dan telapak tangan. Meski ini juga terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada sebagian ulama yang tetap mengharamkan melihat selain muka dan telapak tangan.
Wanita mahram boleh membuka jilbabnya. Para wanita yang mahram ini diizinkan syara’ untuk membuka jilbab dan kerudungnya di hadapan pria mahramnya.
Pribadi Lebih Utama
Don’t judge the book by its cover, kata pepatah. Jangan nilai orang dari penampilan. Bener banget, penampilan seringkali menipu. Ibarat buku, ada yang keren sampulnya doang. Isinya sih nggak bermutu. Nah, begitu juga kalau kita menilai pribadi cewek dari penampilan, bisa-bisa kejebak. Aji dan Nano juga mengakui hal itu. Meski mereka berdua pengen punya pasangan (istri) yang tampilannya keren punya, tetep aja mereka mikirin kepribadian. Kalau parasnya cantik tapi nggak solehah, ya bisa berabe, kata Aji.
Kalau dapat pasangan yang fisiknya “standar” Ya, terima dong. Itu kan udah takdir dari Allah, yang penting salehah, kata Nano kalem. Shadaqta. Allah SWT. udah ngasih kita peringatan soal yang satu ini. FirmanNya:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian, adalah yang paling bertakwa di sisi Allah”(Al Hujurat:13)
Kata Nabi saw, kalau kita memilih pasangan hidup karena agamanya, maka kecantikannya, keturunannya yang baik, dan kekayaannya niscaya akan datang. Nah, jangan deh liat perempuan dari penampilannya doang. Salah-salah bisa ketipu

oleh: Tuti AN

alumni 2001

Nashrudin Hoja

KISAH JENAKA ALA SUFI
SANG MULLAH “NASRUDDIN HOJA”


Konsisten
Seseorang bertanya kepada Nasruddin, “Wahai Mullah, berapa usia Anda sekarang?”
“Empat puluh tahun,” jawab Nasruddin.
“Lho, bukankah beberapa tahun lalu ketika saya tanya usia Anda, Anda menjawab ‘40 tahun’ juga?” tanya orang itu heran.
“Betul, aku memang orang yang selalu konsisten terhadap ucapan.”
Orang itu kebingungan, sementara Nasruddin ngeloyor pergi.
Mahabesar Allah

Pada suatu siang yang terik, Nasruddin ngadem di bawah pohon ceri di sebuah kebun labu. Tanpa sengaja, Nasruddin melihat buah ceri yang merah ranum di atas kepalanya. Lalu, dia membandingkan antara labu besar yang tergolek di tanah dan ceri kecil yang menggelantung di dahan. Timbul pikiran di benaknya,

“Aneh juga ya, mengapa Allah menciptakan pohon yang besar ini dengan buah yang kecil. Seharusnya kan, buahnya sebesar labu itu. Nah, pohon labu buahnya sebesar ceri … itu baru cocok.”

Nasruddin tersenyum geli. Tiba-tiba sebutir buah ceri jatuh dan tepat mengenai jidatnya. Kontan Nasruddin bangun dan bersujud.

“Ampun ya Allah, Maha Besar Engkau dan Maha Adil! Sekiranya pohon ini buahnya sebesar labu, pastilah kepalaku sudah remuk dibuatnya.”
Mengejar Suara
Nasruddin diminta mengumandangkan azan di masjid pada suatu siang. Maka, naiklah dia ke menara masjid. Saat itu, biasanya para muazin mengumandangkan azan dari atas menara masjid.
Ketika baru saja Nasruddin berteriak, “Allahu Akbar! Allahu Akbar!,” dia terburu-buru turun dari menara dan berlari ke sana kemari. Tentu saja orang-orang yang sudah bersiap-siap melaksanakan shalat terbengong-bengong. Salah seorang dari mereka bertanya, “Hai Mullah, mengapa engkau berlari-lari sebelum menyelesaikan azanmu?”
“Aku mau tahu, apakah suaraku terdengar ke seluruh penjuru,” jawab Nasruddin
Komunitas para Pembesar di Akhirat
Suatu hari, Timur Lenk bertanya kepada Nasruddin, “Hai Nasruddin, dalam agamamu, kalau orang baik-baik mati, dia akan masuk surga. Kalau orang jahat mati, dia masuk neraka. Nah menurut agamamu, kalau aku mati, dimanakah tempat yang paling cocok untukku?”
Nasruddin pusing sembilan keliling. Dia harus hati-hati menjawab pertanyaan sang Raja yang dikenal bengis dan superkejam ini. Dia sadar betul, kalau salah menjawab, pastilah dia akan mendapatkan hukuman.
Setelah putar otak beberapa saat, akhirnya Nasruddin menjawab, “Oh… Tuanku pastilah ditempatkan bersama kolega-kolega Tuan, orang-orang besar dunia, raja-raja dan para penguasa yang telah membuat sejarah. Insya Allah, di akhirat, Tuan akan berkumpul bersama Raja Fir’aun, Raja Namruz, dan sebagainya.”
Adu Kepandaian
Seorang yang merasa diri sebagai cendikiawan mendatangi kota tempat Nasruddin tinggal. Dia bertanya, dengan maskud menguji, siapa orang yang paling pandai di kota ini. Orang-orang mengatakan bahwa Nasruddin adalah orang yang paling pandai.
Lalu, cendikiawan itu menemui Nasruddin.
“Wahai Mullah Nasruddin, kata orang-orang, engkau adalah orang paling pandai di kota ini. Oleh karena itu, jawablah 40 pertanyaanku dengan satu jawaban. Kalau kau bisa, berarti kau memang benar-benar pandai.”
Nasruddin mempersilahkan cendikiawan itu mengajukan pertanyaan. Setelah semua pertanyaan diajukan, Nasruddin menjawab dengan pasti.
“Satu jawaban untuk semua pertanyaan Anda adalah ‘aku tidak tahu!’”
Catatan :
Secara pribadi, kisah-kisah Nasruddin sering melumpuhkan akal pikiran saya. Saya dibuat penasaran. Sering kali, senyum saya yang mulanya tersungging karena kelucuan sang Mullah, seketika berubah menjadi senyum pahit dan getir saat saya merasakan menemukan “hikmah” dibalik kisah itu. Seolah saya merasa sedang dituding 10 jari sebagai si Tolol dalam cerita-cerita itu.
Memang agak sulit mengakui, kalau diri kita sesungguhnya tolol. Namun, mengakui secara sembunyi-sembunyi ketololan kita, itu sudah cukup. Setidaknya, pengakuan itu merobohkan separuh dinding keangkuhan kita. Pengakuan itu menjadi refleksi untuk pengayaan jiwa dan modal dasar untuk menemukan “hikmah” dibalik sebuah peristiwa.

oleh: Waridin

alumni 2001

Guyon Do’a

Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.”

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang
telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar
untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia
menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang tela h dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu
membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi.” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”

BEBAS KANKER DENGAN TAHAJJUD

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu salat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kaker.
Tidak percaya? “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker”. Ucap Sholeh.

Ayah dua anak itu bukan ‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Respons ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi” Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu.
Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu
menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif,serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan,
kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.

Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengantekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya anatara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00- normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok PesantrenHidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19
siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika)

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin   bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajuud memiliki ketahanan tubuh dan kiemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang
dihadapi dengan stabil. “jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,”

Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasnya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahjjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa,
seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnikmedis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

“Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah’
> (Q.S Al Kautsar : 2)

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam
penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi.
Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang
> cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
>
> Setelah membuat kajian yang memakan waktu
> akkhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di
> dalam
> otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu
> ketika
> sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.
> Ini
> artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar
sembahyang
> waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah.
>
> Jadi barang siapa yang tidak menunaikan
> sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk
> berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya
> adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah
> kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah
> ini.
>
> Kesimpulannya :
> Makhluk Allah yang bergelar manusia yang
> tidak bersembahyang apalagi lagi bukan yang beragama Islam walaupun akal
> mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu
keadaan
> mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara
normal.
> Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan
> untuk
> melakukan hal hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun
> akal
> mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak
sesuai
> dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan
> secara
> lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala
> sosial
> Masyarakat saat ini.

Doraemon
Ini bagi yang suka Doraemon.

Arti nama: Doraemon berasal dari kata “dora-neko” yang berarti “kucing tersesat”, sementara akhiran -emon merupakan suatu akhiran nama yang umum di Jepang.
Nama (salah satu?) pacar (dengan status hubungan yang terkesan tarik ulur): Mii-chan
Pemilik asli: Sewashi (Nobita’s great-great-grandson dari abad ke 22)
Lahir ke dunia (Diciptakan pertama kali): 1-12-1969
Dibuat oleh: Fujimoto Hiroshi dan Motoo Abiko
Debut: 1970 (kemungkinan dalam bentuk komik yang terpecah-pecah)
Karir di komik: 1974 – 1996 dengan jumlah sirkulasi lebih dari 80 juta komik di seluruh dunia (1992)
Karir di TV (Asahi): 1979 – sekarang
Karir di film: 1980 – sekarang (untuk edisi tahun 2005 ditunda sampai dengan musim semi 2006)
Debut di Indonesia (TV): Juli 1989 (menurut Doraemon-land)*

Makanan kesukaan: Dorayaki
Hal-hal yang dibenci: kedinginan dan TIKUS!!
Lahir (dalam cerita): 2112-9-3 (3 September 2112)
Tempat lahir: Pabrik Robot “Matsushiba”
*Data agak diragukan. Menurut wikipedia: tahun 1991. Tapi sepertinya tahun yang diakui secara resmi di Indonesia (oleh pihak Elex Media Komputindo?) itu tahun 1990!!

Ada yang spesial dari angka 1293 tersebut loh:
Tinggi badan: 129.3 cm
Lingkar badan: 129.3 cm
Berat badan: 129.3 kg (seharusnya tidak mungkin Nobita selamat kalau tertimpa Doraemon :P )
Tinggi loncatan: 129.3 cm (kalau bertemu tikus)
Kecepatan lari (kabur): 129.3km/? (kalau bertemu tikus)

Spesifikasi:
Mata: infra merah, dapat melihat dalam gelap
Hidung: 20x ketajaman hidung manusia (sayang, sering rusak)
Kumis: mempunyai radar yang dapat mendeteksi benda dari jauh (sedang butuh perbaikan…)
Mulut: dengan ukuran mulut sangat besar (wastafel-pun bisa dilahap!), dapat memakan apapun
Bel: berguna untuk memanggil kucing-kucing lain (lagi-lagi sedang rusak!)
Kantong: 4 dimensi dengan kapasitas nyaris tak terbatas, tempat penyimpanan berbagai macam alat
Tangan: mempunyai kemampuan menyedot sehingga benda apapun dapat menempel
Kaki: telapaknya datar, dapat berjalan tanpa suara seperti halnya kucing biasa
Ekor: berfungsi sebagai “tombol” pengaktifan Doraemon

oleh: Waridin (dari berbagai sumber)

alumni 2001

Memulai dari blog

DIMULAI DARI SEBUAH BLOG

Hampir-hampir rentan pekak telinga ini mendengar berita-berita perihal
penjajahan di bumi Palestina. Kapan berakhir, kita tak tahu, meski hati dan
lisan selalu memanjatkan doa pada kemenangan agamaNya.

Kekejian dan kedzhaliman yang telah berlangsung semenjak 1950an itu
dilatarbelakangi oleh sebuah keyakinan dari reduksi sesat kitab Talmud. Kaum
Yahudi berkeyakinan, jika sekiranya mereka mati, maka jasad mereka haruslah
dikubur di Palestina, atau minimal bertabur tanah yang berasal dari bumi
Palestina.

Kaum Yahudi adalah orang2 yang percaya kandungan AlQuran meski sebagian saja.
Jalanan di Tel Aviv yang banyak ditanami Ghorqod adalah bukti shahih kepercayaan
tersebut, dan meski banyak pula aktivitas mereka yang dilandasi AlQuran yang
celakanya digunakan untuk mengeliminir setiap gerak langkah dan perkembangan
sistem Islam.

Namun tiada yang lebih menginspirasi menyatunya kaum Yahudi di seluruh dunia
untuk membentuk komunitas Yahudi Raya atau lebih dikenal dengan nama Israel,
selain sebuah buku tipis Der Judenstaat (the Jewish State) dan buku fiksi
Altneuland (Old New Land). Dua buah buku karya Theodore Herzl atau dikenal juga
dengan Benjamin Se’eb tersebut menginspirasi mengkristalnya orang-orang Yahudi
diseluruh dunia untuk menjajah dan merampas hak-hak pribumi asli, warga
Palestina.

Kini setelah kita menyadari bahwa hampir seluruh sendi kehidupan dikuasai oleh
orang2 Yahudi, yang “hanya” terinspirasi oleh dua buah buku tipis,
masihkah kita terdiam. Sedangkan harusnya nilai inspiratif kita lebih
“tebal” dan “orisinil” ketimbang kaum Yahudi. Kita punya bacaan
inspiratif, yang lebih inspired dari buku inspirasi manapun. Kita punya AlQuran.
Bacalah…maknai…dan sampaikan kebenaran untuk menginspirasi banyak orang, dan
menggerakkan banyak hati, jiwa, dan tangan untuk menciptakan Islam Raya di
dunia.
Wallahu a’lam bishshowab.

Mulailah dari blog ini kawan-kawan…….
oleh: Brother